Skip to main content

Pertanyaan dan Jawaban: Bencana Kemanusiaan di Gaza

Kewajiban Hukum Internasional Tidak Timbal Balik: Satu Kejahatan Perang Tidak Jadi Alasan untuk Kejahatan Perang Lainnya

Published in: The New Yorker
Sejumlah pria Palestina membawa roti di jalan yang rusak parah akibat bom setelah Israel melancarkan serangan udara atas Kota Gaza pada 10 Oktober 2023. © 2023 Mahmud Hams/AFP via Getty Images

Sari Bashi, Direktur Program Human Rights Watch, seperti yang diwawancarai oleh Isaac Chotiner dari The New Yorker.

Pada hari Jumat, 13 Oktober, Israel mulai memperingatkan lebih dari satu juta warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza utara untuk mengungsi dari rumah mereka. Mereka melakukannya sambil melanjutkan operasi militer pengeboman, yang katanya dimaksudkan untuk menghancurkan Hamas, kelompok teroris yang secara brutal membunuh lebih dari seribu tiga ratus orang Israel akhir pekan lalu. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa relokasi terhadap warga sipil dari daerah padat penduduk seperti itu "mustahil"; lebih dari dua ribu empat ratus orang Palestina telah terbunuh. Untuk dapat memahami situasi di Gaza, saya baru-baru ini berbicara melalui telepon dengan Sari Bashi, direktur program di Human Rights Watch. Dia juga salah satu pendiri organisasi Gisha, yang menangani isu-isu hak asasi manusia di Gaza, dan saat ini berada di Tepi Barat. Selama percakapan kami, yang telah diedit agar lebih panjang dan jelas, kami membahas keprihatinannya yang spesifik tentang aksi militer Israel, tantangan untuk mengevakuasi warga Gaza, dan bagaimana para pembela hak asasi manusia bergulat dengan berbagai jenis kekejaman.

Ini bukan serangan Israel pertama ke Gaza sejak Hamas mengambil kendali atas wilayah itu, pada 2007. Norma-norma hak asasi manusia apa saja yang telah dipatuhi dan tidak dipatuhi Israel dalam serangan-serangan sebelumnya?

Baca wawancara lengkapnya di situs web The New Yorker >>

 

Your tax deductible gift can help stop human rights violations and save lives around the world.