Setelah bertahun-tahun meneliti krisis limbah Lebanon, saya merasa ngeri saat mengetahui bahwa itu telah berdampak ke desa keluarga saya. Pembakaran sampah secara terbuka di tempat pembuangan sampah yang tidak diatur di seluruh Lebanon menghadirkan risiko kesehatan serius bagi orang-orang yang tinggal di dekatnya. Keluarga saya dan keluarga Lebanon lainnya secara teratur pergi ke desa leluhur kami untuk menghindari keramaian, kebisingan, dan polusi di kota-kota. Mengetahui bahwa pemerintah setempat mencemari desa kami dengan membakar sampah telah membawa krisis dan penelitian di kampung halaman bagi saya berada dalam keadaan kritis.

Menurut laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pembangunan (UNDP) tahun 2017, ada lebih dari 941 pembuangan sampah terbuka di seluruh Lebanon, termasuk 617 pembuangan sampah kota, lebih dari 150 di antaranya dibakar setiap pekan. Pembakaran sampah secara terbuka menimbulkan risiko kesehatan serius seperti penyakit jantung, kanker, penyakit kulit, asma, dan penyakit pernapasan. Meskipun undang-undang saat ini dengan jelas melarang praktik tersebut, pembakaran secara terbuka terus berlanjut.

Analisis terbaru yang tersedia menunjukkan bahwa pembakaran sampah secara terbuka terjadi di beberapa wilayah termiskin di negara ini. Dengan kata lain, populasi yang paling tidak dilengkapi untuk mengatasi dampak kesehatan dari pembakaran terbuka atau untuk melarikan diri dari lokasi dekat tempat pembuangan terbuka adalah di antara mereka yang paling terkena dampak negatif.

Kita harus melindungi diri sendiri dan tetangga kita. Warga dapat menyerukan pada para petugas di Kementerian Lingkungan Hidup, Polisi Lingkungan, dan Kantor Jaksa Penuntut Umum untuk membela kesehatan kita. Jika Anda melihat pembakaran sampah secara terbuka atau pembuangan limbah, hubungi Kementerian Lingkungan Hidup di 1789 dan ajukan keluhan. Bersama-sama kita bisa #StopTheBurning atau #HentikanPembakaran.