Orang-orang memegang poster yang isinya mengutuk pemerkosaan dan pembunuhan seorang anak perempuan berusia 7 tahun, Zainab Ansari di Kasur, saat protes di Peshawar, Pakistan 11 Januari 2018.

© 2018 Reuters
Kemarahan publik atas pemerkosaan dan pembunuhan atas Zainab Ansari yang berusia 7 tahun mendorong pemerintah Pakistan berjanji untuk mengambil tindakan. Sayangnya, janji itu membuat pihak berwenang saat ini mempertimbangkan eksekusi pembunuh terpidana di hadapan umum. Dasar pemikirannya: hukuman gantung di hadapan umum akan memiliki efek jera lebih besar daripada dilakukan di dalam penjara.

Pada 28 Juni, Pengadilan Tinggi Lahore merujuk sebuah petisi dari ayah gadis itu ke pengadilan untuk memutuskan bila Imran Ali, yang dihukum dan dijatuhi hukuman mati karena pemerkosaan dan pembunuhan Zainab, seharusnya digantung di depan umum. Bekas Gubernur Punjab sebelumnya menyatakan kesediaan untuk mengamandemen hukum guna memperkenalkan hukuman gantung di depan umum atas kejahatan pemerkosaan anak.

Sikap kaget dan marah terhadap pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak-anak dapat dimengerti. Serangan yang kejam dan tidak berperasaan terhadap Zainab dapat mengguncang hati nurani suatu bangsa. Namun pemerintah Pakistan belum mengakui bahwa kematian Zainab juga sebagian disebabkan oleh kegagalan sistemik pihak berwenang untuk melindungi anak-anak.

Zainab diculik pada Januari dari Distrik Kasur di Provinsi Punjab, tempat lebih dari 700 kasus pelecehan anak tercatat sejak 2015, termasuk skandal pelecehan anak terbesar Pakistan dengan jumlah korban sedikitnya 280 anak. Pemerintah Provinsi Punjab gagal mengambil tindakan dalam kasus-kasus ini, sehingga pembunuhan seperti terhadap Zainab terus berlanjut.

Hukuman gantung di depan umum - atau eksekusi apa pun dalam hal ini - tidak akan membebaskan negara dari kegagalan itu. Hukum itu juga tak akan membuat anak-anak Pakistan lebih aman.

Human Rights Watch menentang segala bentuk hukuman mati di semua negara dalam segala kondisi karena ia memiliki sifat hukuman yang begitu kejam.

Pelecehan seksual anak tidak dilaporkan di Pakistan karena stigma sosial, respon yang buruk dari sistem peradilan pidana dan hambatan struktural dan sosial lainnya. Daripada membiarkan anak-anak terpapar dengan kekerasan lanjutan dan percaya pada pertunjukan yang kosong dan berbahaya seperti eksekusi di depan umum untuk mendapat keadilan, Pakistan berhutang kepada mereka untuk melakukan kerja keras dengan mengatasi hambatan-hambatan ini dan menyodorkan perlindungan nyata.